Gurihnya Gulai Kepala Ikan ala Singapura

Gurihnya Gulai Kepala Ikan ala Singapura

Kepala ikan sering menjadi bahan makanan yang disisihkan di sebuah restoran atau tempat makan lainnya. Mereka lebih sering memakai badan ikan yang banyak dagingnya. Nah, Chef Subardi dari Bukti Darmo Golf Surabaya mengolahnya dengan bumbu gulai.

Selintas olahan dan hasilnya mirip olahan masakan Padang. Namun, gulai kepala ikan buatan Chef Subardi ini memakai racikan ala Singapura. Tidak pedas tetapi tetap gurih di lidah.

“Berbeda dengan masakan Padang yang umumnya berasa pedas. Gulai kepala ikan Singapura ini cabainya tidak dihaluskan, dimasukkan utuh langsung,” terang Subardi, 42. Jadi, rasanya tidak terlalu pedas. Kecuali Anda memakan cabai rawit utuh itu bersama nasi.

Subardi sendiri membuat sambal bawang sebagai teman sajian gulai ikan kepala ini. Rasanya sedap dan pedas. Bisa menjadi alternatif selain nyeplos cabai rawit utuh.
Perbedaan lainnya, cara mengolah kepala ikan ini. Biasanya orang memasak kepala ikan bersama bumbunya sekaligus di atas api. Bumbu tentu lebih meresap. Tetapi, Subardi memisahkan kepala ikan yang direbus dan bumbu gulai yang menyertainya.

Untuk menu ini ikan kakap dipilih karena dagingnya halus. Toh, jika tidak suka, Anda bisa menggantinya dengan kepala ikan bawal. Subardi juga memasukkan susu kental manis di antara bumbu yang dipakai. “Susu lebih menambah rasa gurih saja. Santan saja sebenarnya sudah cukup,” kata lelaki yang sudah bekerja di Bukti Darmo Golf selama tiga tahun ini.

Bersamaan dengan itu, Subardi menyajikan dua resep berbahan buntut dan iga sapi. “Supaya tidak keras, buntut dan iga sapi harus direbus sekitar tiga jam, kurang dari itu ya kurang empuk,” ujar Subardi.

Kecuali Anda memasak daging sapi atau beef. Lumuri daging sebelum direbus dengan pasrahan nanas agar lebih empuk ketika dimakan. Beef juga bisa dipakai bahan asam-asam atau bumbu kecap. Sebagai penyegar mulut setelah makan, dua sajian minuman dibuat Tri Haryanto, kelapa muda spesial dan jus sehat. Kelapa muda spesial lebih tradisional, sedangkan jus sehat dibuat dari campuran sayuran dan buah-buahan segar. ida

Sumber: SURYA Online

Menu Makan Siang

Menu Makan Siang
NYONYA RUMAH

Kadang kala para ibu menghadapi masalah rutin, masak apa hari ini? Menu bergizi tentunya merupakan faktor penting yang harus diperhatikan dalam menyiapkan hidangan untuk makan siang. Resep-resep di bawah ini telah disiapkan dan layak dicoba sehingga dapat menjawab pertanyaan rutin para ibu.

Tumis Kangkung Oncom

Keperluan:

– 1 ikat kangkung

– 1 bh tomat

– 1 pt oncom

– 3 siung bawang merah

– 2 siung bawang putih

– 1 butir kencur

– 1 pt terasi

– Gula, garam, dan penyedap bila suka

– Minyak untuk menumis.

Cara membuat:

Kangkung dipetik-petik, cuci bersih, tomat diiris kasar, oncom digerus kasar. Bumbu digerus lalu tumis sampai harum baunya, masukkan oncom, aduk-aduk sebentar, lalu tuangi kira-kira segelas air, didihkan, lalu masukkan kangkung dan tomat. Aduk-aduk beberapa saat, rasakan lalu angkat.

Perkedel Tahu dengan Jagung

Keperluan:

– 2 tahu yang sedang besarnya

– 1 jagung manis

– 1 batang daun bawang

– 1 butir telur ayam

– 2-3 sdm tepung terigu

– merica, penyedap.

Bumbu yang digerus:

– 3 bawang merah

– 2 siung bawang putih

– 1 sdt bubuk ketumbar

– 2 butir kemiri

– 1 iris terasi

– 1 sdm gula pasir

– 1 sdt garam.

Cara membuat:

Tahu diremas, jagung disisir (diiris tipis-tipis), daun bawang diiris halus. Semua ini dicampur dengan bumbu yang digerus, telur, terigu dan bumbu-bumbu lainnya. Ratakan lalu pulungi bulat-bulat oval, lalu goreng sampai berwarna kuning kecoklatan.

Balado Udang dengan Petai

Keperluan:

– 300 gr udang yang sedang besarnya

– 1 batang petai

– 6 cabai merah

– 6 bawang merah

– Garam

– Asam

– Minyak goreng.

Cara membuat:

Udang dikupas, tinggalkan ekornya dan gurat punggungnya, keluarkan kotorannya, 2 sdt garam dibubuhi asam kira-kira sebesar kemiri, gerus. Bubuhi sekitar 1 cangkir air pakai untuk merendam udang. Diamkan kira-kira ¼ jam, tiriskan lalu goreng sampai matang, angkat.

Sisa minyak dipakai menggoreng petai yang sudah dikupas dan dibelah 2, angkat, sisa minyak dipakai untuk menggoreng cabai dan bawang yang sudah ditumbuk kasar, bubuhi air rendaman udang. Jika air sudah terserap, masukkan udang goreng + petai, ratakan lalu angkat.

Sayur Kacang Merah

Keperluan:

– ¼ kg kacang merah segar

– 3 bawang merah

– 2 siung bawang putih,

– 1 sdt garam,

– 2 sendok teh gula pasir,

– 3 lembar daun salam,

– 1 sdm kecap ikan (kecap asin bening)

– 2 sdm saus tomat,

– 1 kaldu blok,

– ½ sdt merica,

– Minyak goreng

Cara membuat:

Kacang merah dicuci lalu masak sampai empuk. Bumbu-bumbu digerus, tumis dengan sedikit minyak sampai harum baunya, bubuhi kira-kira 1 gelas air, dan bumbu-bumbu lainnya, campurkan ke kacang merah rebus bersama daun salam. Masak dengan panci tertutup dan api kecil sampai kuahnya tinggal sedikit, rasakan lalu angkat.

Sumber: Kompas Cetak

Segarnya Soto Kwali Bu Warti

Segarnya Soto Kwali Bu Warti
| Ani Kristanti |

KEDAI soto itu tidak terlalu luas. Kain yang tergantung di terasnya bertuliskan soto kwali Bu Warti. Di dalam kedai terdapat lima buah meja kecil dengan empat kursi plastik di masing-masing meja.

Alunan lagu-lagu Jawa senantiasa menemani pengunjung bersantap. Saat berada di kedai sederhana Bu Warti, Anda yang berasal dari Jawa seakan berada di kampung halaman. Anyaman bambu yang dipajang di bagian dinding dan langitlangit kedai memperkuat kesan sederhana.

Namun kesederhanaan kedai soto ini tak mengurangi niat pengunjung menyantap segarnya soto kwali ini. Kedai yang terletak di Jl. Fatmawati Nomor 4A ini tak hanya kedatangan pengunjung dari para pekerja kantor sekitar. Banyak pengunjung kedai ini datang dari daerah pinggiran Jakarta, seperti Cibubur, Bekasi hingga Ciputat. “Mereka selalu datang di setiap akhir pekan,” ujar Suwarti, pemilik kedai.

Bahkan artis seperti Jamal Mirdad dan Roy Marten, menjadi pelanggan kedai soto kwali ini. “Almarhum Amir Mahmud juga sering bertandang ke sini,” ujar Sunarso, suami Suwarti.

Bumbu dari Solo

Sesuai namanya, kedai soto Bu Warti mempunyai sajian andalan soto kwali. Dinamakan soto kwali karena soto khas Solo ini memang dimasak dalam wadah tanah liat yang disebut kwali.

Terhidang di meja, soto ini berkuah bening. Rasa gurih langsung terasa ketika mulut menyeruput kuah soto. Pengunjung yang menginginkan kuahsegar bisa menambahkan perasan jeruk nipis. Biar rasanya lebih mantap, bisa juga Anda menambahkan kecap asin dan sambal.

Suwarti royal menaburkan suwiran daging ayam serta irisan daging sapi. Tak heran, ayam atau daging ini selalu terlihat setiap kali Anda menyendok soto. Taoge, sohun, daun bawang dan bawang goreng ikut melengkapi racikan soto kwali ini.

Untuk teman makan soto, tersedia sate ati ampela, sate telur puyuh, tempe bacem, tahu bacem di tiap meja.

Agar rasa tak melenceng dari aslinya, Suwarti selalu mendatangkan bumbu dari Solo setiap tiga bulan sekali. Suwarti lantas meracik bumbu itu dengan menumbuknya. “Saya tak pernah memakai blender untuk menghaluskan bumbu. Rasanya beda,” kata Suwarti.

Seminggu sekali, Suwarti menyiapkan bumbu sotonya. Bumbu jadi itu kemudian disimpan dalam kulkas. “Asal semua bumbu sudah terendam dalam minyak, pasti awet,” ujar Sunarso.

Meski kedai ini sederhana, Suwarti menggunakan bahan baku yang berkualitas. Untuk daging ayam, mereka hanya menggunakan daging bagian dada. “Dada ayam tak banyak lemak,” ujar Suwarti.

Begitu pula dengan daging sapi. Mereka juga memilih daging yang bebas lemak, yaitu yang berasal dari bagian paha (gandeg).

Suwarti memang menghindari lemak untuk sotonya. “Ini permintaan pelanggan,” kata Suwarti. Makanya, untuk kuah soto mereka menggunakan sumsum sapi. Suwarti juga membuang minyak bumbu yang biasa mengambang di kuah soto.

Dalam sehari, Suwarti mengolah tiga kilogram daging ayam dan sapi khusus untuk sotonya. Namun, bukan cuma soto yang tersedia di kedai soto kwali ini. Secara bergiliran, Suwarti juga menyediakan sayur asem, sop iga dan nasi rames. Sajian ayam dan bandeng presto juga menuai banyak penggemar. “Banyak kantor yang memesan untuk rapat,” kata Suwarti.

Banderol harga soto kwali sesederhana nama dan bentuk bangunan resto ini. Untuk soto campur, Anda cukup membayar Rp 8.000 per mangkok. Sedangkan harga soto pisah Rp 10.000 semangkuk. Bandeng dan ayam presto dipatok Rp 12.000, sudah lengkap dengan nasi.

Sumber: Kontan Online

Roti Buaya, Simbol Kesetiaan

Roti Buaya, Simbol Kesetiaan


Setiap acara pernikahan yang mengusung adat Betawi, pasti tak pernah meninggalkan roti buaya. Biasanya roti yang memiliki panjang sekitar 50 sentimeter ini dibawa oleh mempelai pengantin laki-laki pada acara serah-serahan.

Selain roti buaya, mempelai pengantin laki-laki juga memberikan uang mahar, perhiasan, kain, baju kebaya, selop, alat kecantikan, serta beberapa peralatan rumah tangga.

Dari sejumlah barang yang diserahkan tersebut, roti buaya menempati posisi terpenting. Bahkan, bisa dibilang hukumnya wajib. Sebab, roti ini memiliki makna tersendiri bagi warga Betawi, yakni sebagai ungkapan kesetiaan pasangan yang menikah untuk sehidup-semati.

Asal muasal adanya roti buaya ini, konon terinspirasi perilaku buaya yang hanya kawin sekali sepanjang hidupnya. Dan masyarakat Betawi meyakini hal itu secara turun temurun.

Selain terinspirasi perilaku buaya, simbol kesetiaan yang diwujudkan dalam sebuah makanan berbentuk roti itu juga memiliki makna khusus. Menurut keyakinan masyarakat Betawi, roti juga menjadi simbol kemampanan ekonomi. Dengan maksud, selain bisa saling setia, pasangan yang menikah juga memiliki masa depan yang lebih baik dan bisa hidup mapan.

Karenanya, tak heran jika setiap kali prosesi pernikahan, mempelai laki-laki selalu membawa sepasang roti buaya berukuran besar, dan satu roti buaya berukuran kecil yang diletakkan di atas roti buaya yang disimbolkan sebagai buaya perempuan. Ini mencerminkan kesetian mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan sampai beranak-cucu. Tradisi ini masih berlangsung sampai sekarang.

Menurut Haji Ilyas, salah satu tokoh Betawi di Tanahtinggi, Jakarta Pusat, meski saat ini banyak warga Betawi yang merayakan pernikahan secara modern, tapi mereka masih memakai roti buaya sebagai simbol kesetiaan. Karena roti buaya sudah membudaya bagi warga Betawi.

“Adat kite ntu kagak ilang. Masih banyak nyang pake. Kite ambil contoh di kawasan Condet, Palmerah sampe ke Bekasi, malahan sampe Tangerang,” lanjut pria yang sering disapa Haji ini.

Sayangnya, saat ini roti buaya tidak mudah dijumpai di toko-toko roti. Untuk itu, bagi pasangan yang akan menikah harus pesan dulu ke tukang roti. Dan harganya juga bervariasi tergantung ukuran yang dipesan, yakni mulai dari 50 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Itu sudah termasuk rasa roti, keranjang, dan asesoris pelengkapnya. “Roti buaya adalah kue perayaan, jadi nggak setiap hari ada. Kalau mau beli harus pesan dulu,” kata Ari, salah satu pedagang kue di Pasar Senen.

Sejatinya, bagi warga yang sudah terbisa membuat roti, tidak terlalu sulit membuat roti buaya ini. Sebab, bahan dasarnya sangat sederhana, yakni terigu, gula pasir, margarine, garam, ragi, susu bubuk, telur dan bahan pewarna. Keseluruhan bahan tersebut dicampur dan diaduk hingga rata dan halus, kemudian dibentuk menyerupai buaya. Setelah bentuk kemudian dioven/panggang hingga matang.

Sumber: Kompas.Com

Nikmatnya Nasi Goreng Arang

Nikmatnya Nasi Goreng Arang

Di negeri ini, nasi goreng mungkin bisa dijuluki ’makanan generik’. Nasi goreng ada di mana-mana, dari rumah makan mentereng dengan pendingin udara (AC) hingga penjaja dengan gerobak pikulan di pinggir jalan. Soal cita rasa tentu tergantung selera masing-masing orang. Kalau memang disukai orang, tentu penjual nasi goreng itu akan bertahan lama.

Seperti Rumah Makan Bumen Jaya yang dikenal sebagai salah satu rumah makan yang bertahan melestarikan makanan turun-temurun itu sejak dahulu. Di rumah makan tersebut, nasi goreng disajikan dalam beberapa variasi, antara lain nasi goreng ayam dan nasi goreng kambing. Ada pula mi rebus, sate ayam, sate kambing, sop kambing, gule, tongseng, dan lainnya. Namun yang menjadi ciri khas adalah nasi goreng ayam dan mi rebus.

”Sudah 45 tahun rumah makan ini berdiri, dan dari dulu resep yang dibuat bapak tidak pernah berubah. Begitu juga dengan cara memasaknya, masih dengan memakai arang,” ujar Robiyanti (63), pemilik Rumah Makan Bumen Jaya. ’Bapak’ yang dia maksud adalah almarhum suaminya Anwar Sanusi.

Ketika Warta Kota mengamati, pengolahan masakan itu memang menggunakan anglo alias tungku tanah liat dengan bahan bakar arang kayu. Dengan demikian cita rasa masakan yang dihasilkan sangat khas.

Nasi goreng ayamnya diberi potongan daging ayam cukup banyak, disertai taburan emping yang melimpah. Hanya saja saat disajikan kebetulan agak dingin, karena ketika kami sampai di sana, terlihat di atas kompor sudah ada satu wajan besar berisi nasi goreng yang sudah siap, tinggal disajikan saja dengan tambahan emping.

Rasa nasi gorengnya lumayan. Kalau suka rasa pedas, pengunjung tinggal pesan khusus kepada sang koki. Nasi goreng itu pun akan diberi irisan cabai rawit. Wah, bisa dibayangkan pedasnya irisan cabai yang tergigit.

Mi rebusnya juga patut dicoba. Kami memilih mi nyemek. Diolah seperti membuat mi rebus tetapi hanya dengan sedikit kuah atau dalam bahasa Betawi disebut nyemek. Warnanya kecokelatan dan manis karena diberi campuran kecap. ”Awalnya bapak memakai mi kuning basah, tetapi semenjak ada isu boraks, kami jadi tidak berani pakai mi itu lagi. Paling sekarang pakai mi telur kering,” jelas Robiyanti.

Uritan

Sedikit membuka rahasia, menurut perempuan yang akrab dipanggil Yanti tersebut, bumbu dasar untuk nasi goreng berupa tomat, bawang putih, kemiri yang dihaluskan lalu ditumis sehingga menjadi bumbu jadi yang tinggal diolah bersama mi atau nasi.

Hanya saja kini ada yang berkurang. Kalau dulu ada campuran uritan (telur yang belum jadi di dalam perut ayam—red) di dalam bumbunya. ”Sekarang sudah susah cari uritan di pasar, tapi rasanya tidak berubah kok,” tegas Yanti.

Baik nasi goreng maupun mi selalu disajikan dengan taburan emping. Bila Anda ingin lauk tambahan untuk nasi goreng, seperti kepala ayam, brutu (ekor), atau sayap, tinggal memesannya. Setiap lauk harganya Rp 3.000 per porsi. Nasi goreng ayam dan mi nyemek plus telur mata sapi harganya Rp 15.000 per porsi.

Sambil menunggu makanan yang dipesan datang, pengunjung bisa memesan otak-otak atau tahu pong sebagai camilan. Seporsi otak-otak isi 10 bungkus Rp 20.000, sedangkan tahu pong isi 10 biji Rp 10.000. Untuk minuman, yang jadi favorit pengunjung adalah es jeruk kelapa yang harganya Rp 10.000 per gelas.

Soal cita rasa tak perlu diperdebatkan. Setiap orang punya cita rasanya sendiri-sendiri. Yang pasti, Bumen Jaya sudah bertahan 45 tahun. Itu saja sudah menunjukkan bahwa menu dan cita rasanya yang khas punya penggemar tersendiri. Kalau tidak, tentu sudah gulung tikar. (Dian Anditya Mutiara)

Sumber: Kompas.Com

Slruup! Sop Daging Betawi Punye

Slruup! Sop Daging Betawi Punye
Eka Septia – detikFood

Jakarta – Buat yang sedang meriang, badan kurang segar, sup yang satu ini bisa jadi obat mujarab. Inilah sop daging sejujurnya olahan dapur Betawi. Kuahnya bening kecokelatan, dengan potongan daging yang kekar namum empuk lembut. Jangan ditanya lagi rasanya. Gurih, segar dan nikmat kagak ade duenye!

Rumah makan Berkah ini sudah kondang sejak lama. Sajian andalannya ya cuman sop daging. Peringatan pertama, jangan terlalu siang kalau mau mampir ke warung makan yang ada di dekat gedung Prabu 1 Jl.TB Simatupang ini. Pasalnya Anda bakal harus menunggu di luar untuk dapat kursi atau yang paling apes, sop sudah habis!

Karena tak mau mengalami kekecewaan, maka sayapun menyiapkan waktu. Jam 12 lewat sedikit sudah ada di rumah makan yang sudah ada sejak tahun 1980 an ini. Ternyata hampir semua meja sudah dipenuhi pengunjung pada jam makan siang itu.

Menu andalan rumah makn ini dari dulu adalah sop daging sapi. Hanya tersedia dua ukuran, mangkuk kecil dan mangkuk besar. Buat yang tidak suka daging sapi, ada ayam goreng telur dan pepes ikan mas.

Di ujung bagian tengah terdapat lemari kaca tempat meracik soto. Uap gurih aroma daging segera tercium. Usaha saya untuk meminta potongan daging dengan sedikit tulang ternyata gagal. “Sudah habis, tinggal daging aja”’ demikian komentar sang pelayan.

Pesanan sup dalam porsi kecil disajikan dalam mangkuk sup ukuran sedang. Ada sekitar 3-4 potong daging sapi dalam ukuran lumayan besar, sekitar 4×4 cm. Bongkahan daging ini direndam kuah kecokelatan bening dan ditaburi urusan daun bawang dan seledri yang lumayan royal. Aroma kaldu sapinya sangat gurih menusuk hidung!

Kalau melihat besarnya potongan daging tentu jadi ragu. Apa empuk ya daging sebesar itu? Hmm…ternyata daging sangat mudah dipotong dengan sendok dan garpu. Rasanya? Empuk, lembut dan gampang dikunyah. Tekstur dagingnya kemerahan. Mungkin saja daging dimasak dengan panci tekan sehingga tetap kekar tapi empuk! Paling tidak perlu proses memasak yang cukup lama dan teliti menjaga kaldu agar tida keruh.

Hirupan kuahnya teras gurih, jujur, alami selayaknya kaldu daging asli yang sedap. Setelah diaduk dengan sambal rawit dan kucuran air jeruk nipis, barulah terasa agak sangar, sedikit mengigit dan memiu derasnya cucuran keringat!

Untuk menikmati sop daging ini selain dengan nasi, ada lauk-pauk sederhana yang tersedia. Perkedel, tempe goreng dan tahu goreng plus emping melinjo super besar. Tempenya berukuran besar, digoreng kering dengan rasa bawang meresap. Garing dan gurih. Perjedelnya selain besar, padat rasanya juga gurih lembut dengan aroma pala dan merica yang wangi. Semuanya tampil seperti gaya Betawi, polos, seadanya!

Cucuran keringat pun saya redakan dengan es jeruk peras yang asli, asam manis dan segar. Emping yang dikucuri kecap manispun jadi pelengkap sempurna santapan sop daging ini. Sebagai peredam rasa pedas dan lemak sop di mulut, pencuci mulut di warung ini saying dilewatkan. Kue bugis di tempat ini memag kondang. Terbuat dari tepung ketan hitam dengan unti kelapa yang putih serta dibungkus daun pisang. Legit, lentur dan wangi rasanya, pas buat pencuci mulut! Sayapun membawa beberapa bungkus kue bugis ini untuk dibawa pulang!

Harga yang ditaawrkan warung makan ini masih relative murah mengingat porsunya yang lumayan besar. Sop daging mangkuk kecil Rp 25.000,00 dan mangkok besar Rp 30.000,00. Tahu dan tempe Rp 1.500,00 sedangkan untuk perkedel Rp 3.000,00. O ya, kue bugis yang enak dan legit itu hanya Rp. 1.000,00 per bungkus. bukan? Kalau ingin mneyegarkan badan sambil memcicipi kuliner Betawi yang sejujurnya, mampir saja ke warung makan ini!

RM. Berkah
Masakan Betawi
Jl. Jeruk Purut No.10 Cilandak Timur
Jakarta Selatan
Samping Gedung Ratu Prabu I, belakang masjid
Telp: 021-7815652

Sumber: detikFood

Kenyal Lembut Kwetiau Goreng dan Siram

Kenyal Lembut Kwetiau Goreng dan Siram
Eka Septia – detikFood

Jakarta – Sajian mi yang satu ini memang sedikit berbeda, bahan dasarnya yang terbuat dari tepung beras bisa menggantikan asupan karbohidrat untuk siang ini. Teksturnya yang lembut kenyal makin enak saat dipadu dengan bumbu-bumbu yang komplet. Ingin digoreng ataupun disiram, silahkan pilih saja!

Kalau sedang tak ingin makan nasi siang ini Anda bisa menggantikannya dengan sajian menu kwetiau. Kwetiau yang lembut kenyal ini bisa juga menjadi pengganti karbohidrat karena bahan dasarnya yang terbuat dari tepung beras.

Konon katanya, kwetiau ini berasal dari daerah Tio Chiu. Sebagian besar warga keturunan Tio Chiu banyak yang berasal dari kota Pontianak, sehingga kota Pontianak juga sering dikenal sebagai kota asal kwetiaw. Namun, kwetiau Medan juga tak kalah lezat.

Kualitas kwetiau tergantung pada lenturan dan kelembutan teksturnya. Pilihan yang populer adalah daging sapi dan babat yang jadi paduannya. Ini masih ditambah dengan tauge, kucai, bakso, telur dan tentu saja bawang merah goreng sebagai taburannya.

Kalau suka yang sedikit berkuah, bisa saja memilih kwetiaw siram daging sapi atau kwetiau siram seafood. Kwetiau ditumis kemudian disiram dengan isian yang diberi kuah nyemek berwarna kecokelatan karena memakai larutan kanji. Jodoh buat makan kwetiau ini adalah acar cabai rawit yang renyah pedas dan saus cabai botolan. Kwetiau harus dimakan selagi panas agar rasanya enak dan bikin badan berkeringat.

Kalau sudah mantap makan kwetiau siang ini, beberapa daftar resto di bawah ini mungkin bisa Anda sambangi.

Planet Noodle
Benton Junction No 17, Lippo Karawaci
Tanggerang, Banten
Telp: 021-5468029 / 021-5468059

De Plum Cafe
Jl.Warung Buncit Raya No.98 Jakarta Selatan
Dibelkang Ranch Market Buncit
Telp: 021-79181861

Kwetiaw Jangkung 78
Jl. Hayam Wuruk no. 78
Telp: 021-6283823

Kwetiaw Sapi ACIAP
Jl. Mangga Besar Raya No.35
Telp: 021- 6253638

Eaton Restaurant
Cilandak Town Square lantai 2
Jakarta Selatan

RM Kwetiau Bagan
Jalan Bandnegan Selatan no.16
Jakarta Utara
Telpon: 021-6916632

Chopstix
Cilandak Town Square 1st FL
Jl. Letjend. TB Simatupang Kav. 17
Cilandak

Mall Pondok Indah 1 1st FL
Jl. Metro Pondok Indah Blok 3B

Plaza Indonesia Basement
Jl. MH. Thamrin No. 28-30
Jakarta
( eka / Odi )

Sumber: detikFood

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.